Sekilas tentang Zain Bhikha dan Zamilooni

Mungkin tidak semua orang mengenal seorang Zain Bhikha sebelumnya di Indonesia, sebelum munculnya isu kontroversial tentang siapa sebenarnya yang menyanyikan lagu “Give Thanks to Allah” belakangan ini..
tapi jauh dari itu tenyata Zain Bhikha sebenarnya adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Nasyeed yang sudah sangat terkenal di Afrika Selatan..

Zain Bhikha lahir di Pretoria pada tanggal 7 Agustus 1974, beliau sendiri adalah satu satunya putra dari 4 bersaudara yang lahir dari pasangan Rashid dan Mariam Bhikha
Bakat menyanyinya sudah terlihat semenjak kecil ketika selalu menghibur teman teman dan keluarganya dengan suaranya yang indah, dan Zain Bhikha baru menyadari bakat tersebut ketika ia menjadi pemenang pada salah satu kontes menyanyi di sebuah radio lokal di daratan Afrika Selatan dengan hanya berbekal suara yang direkam secara sederhana di rumahnya sendiri

Salah satu awal karir Zain Bhikha dalam Nasyeed adalah ketika ia menjadi penulis lagu mars pada salah satu sekolah Pretoria Muslim di Afrika Selatan, semenjak saat itu Zain Bhikha semakin serius menekuni dunia Nasyeed di Afrika, yang akhirnya keindahan Nasyeed yang dibawakan oleh Zain Bhikha tersebut terdengar sampai kepada Yusuf Muslim, seorang penyanyi yang lebih dulu terkenal dengan nama Cat Stevens

Dibawah bimbingan Yusuf Muslim lagu lagu yang dibawakan oleh Zain Bhikha semakin terkenal dan sekarang albumnya telah beredar di banyak negara, diantaranya Inggris, Amerika Serikat dan Kanada, Turki, Timur Tengah, Malaysia dan Australia. Zain Bhikha merupakan salah satu ikon dari musik Islam.

Salah satu lagu Favorit saya dari Zain Bhika ini adalah lagu yang berjudul “Zamilooni”, sebuah lagu dari Diskografi Album 1412 Zain Bhikha the Beginning, lagu ini sebenarnya adalah ciptaan salah satu personel grup Nasyeed Native Deen, dan sebelumnya telah dibawakan bersama Native Deen dengan aransemen dari Native Deen sendiri, namun buat saya sendiri lagu ini menjadi sangat indah sekali ketika Zain Bhikha menyanyikannya secara solo, perhatikan lirik yang ada, sungguh sangat sederhana tetapi luar biasa indahnya, kisah cinta yang tercinta Nabi Muhammad dan Bunda Siti Khadijah

Lagu ini mengisahkan tentang awal ketika Nabi Muhammad menerima wahyu untuk pertama kalinya, menjelang usianya yang ke-40, Nabi Muhammad SAW sering berkhalwat (menyendiri) ke Gua Hira, pada suatu saat ia melihat cahaya terang benderang memenuhi ruangan gua itu. Tiba-tiba Malaikat Jibril muncul di hadapannya sambil berkata, “Iqra’ (bacalah).” Lalu Muhammad SAW menjawab, “Mâ anâ bi qâri’ (saya tidak dapat membaca).” Mendengar jawaban Muhammad SAW, Jibril lalu memeluk tubuh Muhammad SAW dengan sangat erat, lalu melepaskannya dan kembali menyuruh Muhammad SAW membaca. Namun setelah dilakukan sampai 3 kali dan Muhammad SAW tetap memberikan jawaban yang sama, Malaikat Jibril kemudian menyampaikan wahyu Allah SWT pertama, yang artinya:

Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Menciptakan. Ia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah yang Paling Pemurah. yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. 96: 1-5)

Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tsb, dengan rasa ketakutan dan cemas Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku… ( Zamilooni, zamilooni.. )” Sekujur tubuhnya terasa panas dan dingin berganti-ganti. Setelah lebih tenang, barulah ia bercerita kepada istrinya.

Zamilooni

He stepped inside his home, and He was overwhelmed with fear
An angel came with words from God, things were still unclear
Saying read – read, but he could not read,
Amazing words he heard
A trembling deep inside his heart, confused by what had occurred

And there was only one who could comfort him
And help him see the light
To ease his fears, to reassure
It was Khadijah, his wife…

He said Zamilooni, Zamilooni, Dathirooni, Dathirooni,
A mighty task has come before me…
I need you here with me…by my side…

She was a woman of nobility, successful in all her trade
Many wealthy men had asked for her, she had turned them all away
But when she saw Muhammad, a shining moon, may peace be on his soul
He was a light for her – so right for her – her life will now be whole

But she had never seen him so distressed, as he was there that day
She would comfort him, and hold him tight, and chase his doubts away

He said Zamilooni, Zamilooni,
Dathirooni, Dathirooni,
A mighty task has come before me…
I need you here with me…by my side…

We look for stories of love,
in places dark and cold
When we have a guiding light,
for the whole world to behold
But were so selfish in our ways,
and to the ones we hold so close
Our own pleasure and happiness
is what we value most
But she sacrificed all her wealth
and everything she had
and he honoured her and gave her faith,
when the times were bad, when times were bad

Now years have passed, times had changed, since Khadijah breathed her last.
and the message of the one true God
was spreading far and vast

But then he came across some jewellery,
that Khadijah once had worn
His eyes began to swell with tears, his heart again began to mourn

Cause she was there for him, when times were rough, and his enemies were cruel
Was the first Believer, so keen and eager, to comfort Al-Rasool
when He said: Zamilooni, Zamilooni
Dathirooni, Dathirooni
A mighty task has come before me…
I need you here with me…by my side…

 

~ oleh elfathirelnath pada 16 Agustus 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.